Wakili Aceh dalam Ajang AI Nasional, Mudassir ASN Muda Banda Aceh Lolos Seleksi LAN Datathon 2025

BANDA ACEH – Mudassir, seorang guru dari Kota Banda Aceh, berhasil lolos seleksi sebagai peserta LAN Datathon 2025, sebuah kompetisi nasional berbasis Artificial Intelligence (AI) yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI. Ia menjadi satu dari 46 peserta terpilih yang terdiri dari individu dan tim, mewakili instansi pemerintah pusat dan daerah di seluruh Indonesia.

Tahun ini, LAN Datathon mengangkat tema “AI Generatif untuk Kebijakan Publik yang Responsif: Solusi Cerdas bagi Pelayanan Publik” dengan tagline “Gen AI untuk Birokrasi Kelas Dunia.” Kompetisi ini menantang Aparatur Sipil Negara (ASN) muda untuk mengembangkan solusi inovatif berbasis AI yang aplikatif dalam pelayanan publik, seperti chatbot layanan masyarakat, sistem pendukung keputusan, video pembelajaran berbantuan AI, hingga alat evaluasi kebijakan yang adaptif.

Dalam keterangannya, Sabtu (13/7/2025), Mudassir mengaku bangga dapat mewakili Aceh dalam ajang nasional tersebut. “Saya melihat ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi ruang pembelajaran yang luar biasa. Saya ingin mengangkat bagaimana dunia pendidikan juga bisa menghadirkan solusi berbasis AI yang membantu kerja birokrasi, khususnya di sekolah,” ujar guru yang juga aktif mengembangkan program literasi digital ini.

LAN Datathon 2025 merupakan penyelenggaraan ketiga sejak diluncurkan pada tahun 2023. Ajang ini dirancang tidak hanya sebagai lomba, namun juga sebagai ruang kolaborasi antar-ASN dari berbagai sektor. Para peserta akan mengikuti pelatihan, mentoring, serta mempresentasikan hasil karyanya di hadapan pakar kebijakan dan teknologi. Kegiatan ini akan berlangsung secara hybrid, dengan puncak kegiatan luring di Jakarta pada Agustus mendatang.

Keikutsertaan Mudassir menjadi relevan di tengah semakin kuatnya dorongan pemerintah untuk menerapkan teknologi cerdas dalam pendidikan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam dokumen resminya telah menyusun Naskah Akademik Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KA) sebagai dasar penerapan AI di satuan pendidikan. Dokumen tersebut mendorong pembelajaran koding dan AI sejak kelas 5 SD hingga jenjang SMA/SMK dengan pendekatan berbasis proyek, gamifikasi, hingga unplugged learning.

Penerapan AI di sekolah dirancang tidak sekadar mengenalkan teknologi, namun juga menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta pemahaman etika digital di kalangan siswa. AI dinilai mampu mempercepat umpan balik belajar, menyesuaikan materi dengan kemampuan siswa, serta membantu guru menyederhanakan tugas-tugas administratif.

“Revolusi AI bukan hanya tentang kompetisi ASN, tetapi tentang bagaimana kita membangun fondasi teknologi sejak usia sekolah. Jika pembelajaran kita relevan dengan perkembangan zaman, maka generasi muda Aceh pun akan siap menghadapi tantangan masa depan,” tambah Mudassir.

Meski demikian, penerapan AI di satuan pendidikan tidak lepas dari tantangan, mulai dari kesiapan infrastruktur, literasi teknologi guru, hingga perlindungan data pribadi siswa. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, guru, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan implementasi AI berjalan secara etis dan inklusif.

Partisipasi Mudassir dalam ajang ini diharapkan mampu memberi inspirasi bagi ASN lainnya, khususnya di Aceh, untuk terus berinovasi dan menghadirkan solusi yang berdampak nyata bagi masyarakat. “Gen AI untuk Birokrasi Kelas Dunia” bukan hanya semboyan, tetapi cermin dari semangat baru ASN muda dalam membangun pelayanan publik yang efisien dan cerdas. Hsb*

Get 30% off your first purchase

X
Scroll to Top